Daur Biogeokimia (Siklus Karbon, Siklus Fosfor dan Siklus Sulfur)
Daur Biogeokimia
Daur bigeokimia adalah suatu siklus yang melibatkan perpindahan senyawa kimia melalui organisme sebagai perantara dan senyawa tersebut kembali lagi ke lingkungan fisiknya. Daur biogeokimia berfungsi mengatur keseimbangan ekosistem. Unsur-unsur kimia yang mengalami biogeokimia meliputi karbon, nitrogen, hidrogen, dan oksigen, serta fosfor. Adapun daur biogeokimia dapat dibedakan menjadi 5, yaitu: Daur Air (Hidrologi), Daur Karbon dan Oksigen, Daur Nitrogen, Daur Belerang (Sulfur) dan Daur fosfor.
1. Siklus Karbon
Siklus karbon adalah proses perpindahan karbon dari atmosfer ke daratan, lautan dan kehidupan (tumbuhan, hewan dan mikroba) melalui proses respirasi dan fotosintesis. Jumlah karbon yang tidak seimbang dapat menyebabkan terganggunya keseluruhan siklus dan kondisi bumi. Sebagai contoh, jumlah karbon dalam bentuk karbon dioksida pada atmosfer berpengaruh pada perubahan iklim. Seperti yang kita ketahui, bahwa karbon dapat menjaga suhu bumi agar tetap hangat dengan menahan panas dalam bumi.
Sumber : https://www.siswapedia.com/siklus-daur-karbon-dan-oksigen/
Karbondioksida di dalam berasal dari respirasi makhluk hidup dan makhluk hidup yang mati kemudian menjadi fosil. Di dalam fosil tersimpan banyak karbon. Hal inilah karbon yang menyebabkan pembakaran menggubajab bahan bakar fosil menghasilkan banyak karbon di udara. Sedangkan oksigen berasal dari hasil proses fotosintesis. Jika proses fotosintesis mengalami penurunan, maka akan mengganggu keseimbangan karbon dan oksigen di atmosfer.
2. Siklus Fosfor
Siklus fosfor adalah proses perubahan fosfat anorganik menjadi fosfat organik yang kembali lagi menjadi anorganik secara terus menerus tanpa jeda waktu. Siklus fosfor penting dikarenakan memiliki fungsi untuk membawa energi. Siklus fosfor ditemukan dalan bentuk padatan atau endapan seperti batuan beku dan bahan induk tanah.
Fosfor terbagi atas 2 macam, yaitu:
• Fosfat organik: senyawa yang terdapat pada makhluk hidup seperti manusia, tumbuhan dan juga hewan.
• Fosfat anorganik: senyawa fosfat terdapat pada benda mati dalam suatu lingkungan seperti tanah, batu dan air.
Sumber: https://www.siswapedia.com/proses-terjadinya-daur-fosfor-beserta-gambarnya/
Tahapan siklus fosfor:
1) Pelapukan batuan, diawali dari sumber utama fosfor dalam batuan melalui proses pelapukan batuan dipengaruhi oleh faktor cuaca, hujan dan erosi sehingga mengakibatkan fosfor berpindah ke tanah. Ketika batuan yang mengandung fosfor terkena air hujan, maka akan melepaskan ion fosfat dan mineral lainnya.
2) Penyerapan, tumbuhan mengambil fosfat anorganik dari tanah sehingga tumbuhan tersebut kemudian dapat dikonsumsi oleh hewan
3) Dekomposisi, setelah berada di tanaman atau hewan, fosfat dimasukkan ke dalam molekul organik. Kemudian, ketika hewan/tanaman mati akan diuraikan oleh dekomposer dan fosfat organik dikembalikan ke tanah
4) Mineralisasi, proses daur fosfat dilanjutkan oleh peran bakteri dalam tanah yang akan memecah bahan organik menjadi bentuk fosfat yang dapat diserap tanaman.
5) Fosfor dalam tanah berakhir melalui perairan dan akhirnya ke lautan dan berjalan siklusnya hingga menjadi sedimen dan menuju ke lautan.
3. Siklus Sulfur
Siklus sulfur atau belerang adalah suatu rangkaian perpindahan suatu zat kimia yang memiliki kandungan unsur belerang atau sulfur yang berada di permukaan bumi. Sulfur merupakan salah satu unsur yang melimpah di bumi dan termasuk nonlogam yang berwarna kuning, rapuh dan tidak berasa. Dalam kehidupan sehari-hari, sulfur atau belerang biasa digunakan sebagai bahan baku dalam industri kimia, korek api, bahan baku produksi obat dan kosmetik, bahan peledak, dll.
Berikut gambar sulfur:
Tahapan siklus sulfur, yaitu:
Sumber: https://www.siswapedia.com/siklus-daur-belerang-atau-sulfur/
1) Belerang dilepaskan melalui pelapukan batuan. Ada beberapa sumber alam seperti letusan gunung berapi, penguapan air dan penguraian bahan organik di rawa-rawa yang melepaskan belerang langsung ke atmosfer.
2) Belerang bersentuhan dengan udara akan berubah menjadi sulfat.
3) Sulfat diserap oleh tanaman dan mikroba dan diubah menjadi bentuk organik.
4) Bentuk organik belerang kemudian dikonsumsi oleh hewan melalui makanannya dan belerang berpindah dalam rantai makanan
5) Ketika hewan mati, sebagian belerang dilepaskan melalui pembentukan sementara sebagian lagi masuk ke jaringan mikroba.
6) Belerang ini jatuh ke bumi bersama curah hujan.
Berikut bahan bacaan yang dapat dibuka berkaitan materi daur biogeokimia dengaan men-scan QR barcode di bawah ini:
dan
Untuk mengetahui lebih dalam gambaran mengenai siklus di atas dapat membuka link video pembelajaran di bawah berikut ini:
1. Siklus karbon: https://www.youtube.com/watch?v=p3R-dB9K4ss
2. Siklus fosfor: https://www.youtube.com/watch?v=bjq2ijfIEa0&t=22s
3. Siklus sulfur: https://www.youtube.com/watch?v=m6xz5hDX-uI
Komentar
Posting Komentar